Nikotin dan Tar ? (1)

Nikotin dan Tar ? (1)

April 2, 2018 Off By admin CK

Nikotin dan Tar adalah dua zat yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apakah kita semua sudah tahu apa nikotin dan tar itu? Kebanyakan orang mendengar kedua nama ini karena santer diberitakan sebagai salah satu kandungan rokok. Ya, memang benar keduanya merupakan zat yang terkandung dalam rokok namun, tahukah anda bahwa nikotin juga terdapat pada tanaman lain?

Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat.

Nikotin bukan hanya di tembakau

Pada umumnya nikotin terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen dan terkadang juga oksigen. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki efek kuat dan bersifat stimulant terhadap tubuh manusia. Contoh lain dari senyawa alkaloid ini misalnya, kafein yang juga memiliki efek stimultan pada tubuh.

Selain pada tembakau, nikotin juga terdapat pada beberapa sayuran yang sering kita konsumsi sehari-hari, berikut ini saya merangkumnya dalam sebuah tabel beberapa tanaman yang mengandung nikotin dan kadarnya:

Nama Tanaman Rata-rata Jumlah Nikotin perbuah
Kembang Kol                     3,8 gram
Terong                                100 gram
Kentang                             15,3 gram
Kulit Kentang                     4,8 gram
Tomat Mentah                 42,8 gram
Tomat Matang                    4,1 gram
Daun Tembakau 5% per 100 gram

Sumber: food.detik.com (2012)

U.S. Congress pada tahun 1990 menyatakan, nikotin membuat tubuh merasa relaks, lebih energik dan bersemangat, atau bahkan sebaliknya. Efek ini biasanya dikenal sebagai biphase effect. Nikotin akan diserap tubuh (darah), diringi dengan pelepasan adrenalin dan penghambatan beberapa hormon.

Disamping itu, nikotin juga merangsang otak dengan membuat zat endorphin lebih banyak dari keadaan normal. Struktur kimia endorphin hampir sama dengan obat penghilang rasa sakit seperti morphine.

Efek tersebut tak hanya timbul dari rokok atau tembakau namun bisa juga dari tanaman lain yang mengandung nikotin. Hal ini tergantung pada seberapa banyak kadar nikotin yang diserap oleh tubuh. Pada kasus rokok, nikotin juga akan terlepas setelah proses pembakaran sehingga asap rokok pun masih mengandung nikotin yang bisa terhisap.

Sedangkan, Tar adalah senyawa kimia dan kumpulan bahan kimia yang akan beredar dalam asap hasil pembakaran. Bentuk asli tar adalah cairan yang warnanya kecokelatan. Kebanyakan Tar dihasilkan dari batubara. Namun, bisa juga dari minyak bumi, gambut, dan kayu.

Dalam hal ini, Tar juga dihasilkan beberapa jenis bahan konsumsi, seperti Sate atau Ayam bakar. Sebagai makanan yang tersedia akibat proses pembakaran, Sate, Ayam Bakar, maupun olahan lain yang dibakar tentu mengandung Tar dengan kadar yang beragam. Karena itu, masyarakat Indonesia kerap menyajikan olahan makanan bakar dengan acar atau lalapan.

Masyarakat Indonesia telah mengenal kebiasaan ini sejak lama. Acar maupun lalapan biasa disajikan untuk makanan dengan “faktor resiko penyakit” yang cukup tinggi. Ini membuktikan masyarakat Indonesia secara adaptif mampu mengurangi faktor resiko dari makanan-makanan enak agar tetap bisa disantap.

Hal ini juga ditemukan pada rokok kretek. Kretek sebagai rokok yang khas Indonesia menggunakan cengkeh sebagai campuran bahan baku. Tentu perlu diketahui jika cengkeh memiliki manfaat untuk kesehatan. Karena itu, cengkeh menjadi semacam lalapan bagi sajian rokok.

Bahaya Rokok dari Saus Kimia

Terlebih lagi sekarang telah hadir CIGARSKRUIE (rokok) kretek rempah yang bukan hanya perpaduan tembakau dan cengkeh kualitas tinggi namun juga diracik dengan ekstrak 12 rempah rempah nusantara sebagai perasa/ SAOS alami NON KIMIAWI sehingga menghasilkan rasa yang HALUS, NIKMAT, dan BERKHASIAT.

Saat menjalani kehidupan, nikotin dan tar memang jadi senyawa yang tidak bisa kita hindari. Terutama nikotin karena merupakan zat alami yang ada pada tanaman. Perlu bijak menanggapi zat-zat yang dapat menjadi faktor risiko pada tubuh ini, jika memang tak mungkin dihindari konsumsilah secara bijak. Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, bukan?